Efaktur tidak bisa di buka harus dan harus di riset

Friday, 30 October 2015

Reset Registrasi Aplikasi e-Faktur Apabila PKP yang telah diwajibkan menggunakan Aplikasi e-Faktur telah melakukan registrasi dan hendak melakukan reset registrasi karena kehilangan datanya atau ganti komputer dan aplikasi tidak dapat di jalankan atau apapun juga. 

Aplikasi eFaktur dapat dilakukan reset registrasi dengan cara-cara sebagai berikut: 1. Login ke Akun PKP di https://efaktur.pajak.go.id/ dan pilih menu Reset Aplikasi Client

untuk lebih jelasnya silahkan download tutorialnya disini:
https://efaktur.pajak.go.id/resources/manual.pdf

difile tersebut di atas kita di tuntun untuk mereset aplikasi efaktur kita. 
setelah semua beres kita instal ulang aplikasi efaktur di komputer, adapun data-data pajak masukan, keluaran, retur dan SPT Masa terhapus semua. kalau sudah begitu kita bisa mengajukan permohonan data efaktur kekantor pajak terdaftar. untuk formnya silahkan download permohonan data efaktur disini sesuai lampiran per-16/pj/2014:
https://drive.google.com/open?id=0B6IDft66g_hVQXdjYkY2aFdpZzQ


semoga bermanfaat.


salam
Mj

Kami dapat membantu membuat laporan SPT Tahunan inclued lap keuangan + sertifikat efaktur dengan fee yang sangat terjangkau.


Download surat pengajuan efaktur, aktivasi akun PKP, permintaan nomer seri faktur pajak terbaru 2015 word

Sunday, 20 September 2015

Terlampir Surat permohonan pengajuan efaktur PPN terbaru 2015 word :

1. Permohonan Kode Aktivasi dan Password
2. Permintaan Aktivasi Akun Pengusaha Kena Pajak
3. Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak
4. Penanda tangan Faktur Pajak


Silahkan Download :




untuk permintaan efaktur sekarang tidak lagi datang kekantor pajak melainkan dapat minta langsung ke https://efaktur.pajak.go.id/login masukkan nomer npwp dan password tinggal klik klik beres deh,... nga ribet kayak dulu.... kalau masih binggung silahkan download di sini tutorialnya https://efaktur.pajak.go.id/resources/manual.pdf karena harus memasukkan sertifikat. atau kalau masih bingung admin bantu hehehe.... cukup uang rokok sebungkus eng ieng jreng beres semua heheheh...

Salam Sukses:


Joewari Patolah
0852 1555 2010
pin 5A6757D5







Jasa Laporan Pajak

Tuesday, 1 September 2015

Jasa Lapor SPT Tahunan Pajak Perusahaan

Kami Menawarkan Jasa Laporan SPT Tahunan Badan dan Perorangan Borongan:

Rp: 3.500.000*

Pekerjaan Tersebut meliputi:                                           
1. Laporan Keuangan L/R
2. Neraca
3. SPT Masa PPh 21
4. SPT. Masa PPh 25
5. SPT Masa Lainya (kalau ada yg belum lapor)
6. SPT Tahunan
7. Free Training karyawan bagian Pajak anda 3x1 jam
8. Free consultasi

Tugas Kami adalah Menghitung & Melaporkan. untuk pembayaran/penyetoran(jikalau ada) dari pihak client 
.

* harga jasa tidak mengikat, bisa lebih murah ataupun mahal tergantung seberapa rumit kewajiban perpajakan.


Salam Sukses,

Joewari Patolah

Phone : 0852-1555-2010
Bbm    : 5A6757D5


Komitmen atas keRAHASIAAN data client


Experience Client tahun Pajak 2014 :











Efaktur, Sertifikat, cara instal efaktur, cara mengunakan efaktur pajak elektronik

Friday, 12 June 2015




Downlod Cara instal efaktur ppn, cara mengunakan efaktur pajak elektronik, dasar hukum pengunaan  efaktur, cara retur efaktur.


Silahkan di download:

https://drive.google.com/file/d/0B6IDft66g_hVVVA3WURITXNldTg/view?usp=sharing

kalau Perusahaan anda membutuhkan jasa pengurusan efaktur PPn Kami dapat membantu, Anda belum ada SPT Tahunan 2014, Laporan Keuangan, kami buatkan seluruhnya hanya dengan 4 jt semua beres.... pengalaman Kami mengurus Efaktur sudah lebih dari 20 Perusahaan.
 
Serta manfaatkanlan penghapusan denda dan saksi karena 2015 ini TPWP Tahun Pembinaan Wajib Pajak .

Salam Sukses

Joewari Patolah

Telp & wa : 0852 1555 2010
pin bb : 5A6757D5

Download Permintaan Sertifikat Elektronik efaktur ppn word

Monday, 8 June 2015



Silahkan Download Form Permintaan Sertifikat Elektronik dan Surat Pernyataan Persetujuan Penggunaan Sertifikat Elektronik Direktorat Jenderal Pajak dalam word karena peraturan tentang e-Faktur efektif 1 Juli 2015

LAMPIRAN IH
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR :   PER-17/PJ/2014
TENTANG :   PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN
DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-24/PJ/2012
TENTANG BENTUK, UKURAN, TATA CARA PENGISIAN
KETERANGAN, PROSEDUR PEMBERITAHUAN DALAM
RANGKA PEMBUATAN, TATA CARA PEMBETULAN ATAU
PENGGANTIAN, DAN TATA CARA PEMBATALAN FAKTUR
PAJAK

Silahkan download:
https://www.dropbox.com/s/jnzj9onf7g54g35/Attachments_201555.zip?dl=0

Pajak Pph 21 Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas

Sunday, 7 June 2015

PPh 21 bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas

Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.
Penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas ini menerima imbalan atau upah berupa upah harian, upah harian, upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan. Penghasilan pegawai tidak tetap ini terdapat 2 jenis cara pembayaran; 1) dibayar secara bulanan, 2) dibayar tidak secara bulanan.

    1. Upah Pegawai tidak tetap dibayar secara bulanan
    Dasar pengenaan pajak untuk pegawai tidak tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan adalah jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 bulan kalender telah melebihi PTKP perbulan.


    Contoh 1 (upah satuan):
    Solmet belum menikah bekerja sebagai operator pabrik Tas pada PT. XYZ, Pada bulan Januari 2013  Solmet bekerja selama 24 hari, menyelesaikan 96 buah tas dan mendapatkan upah satuan  Rp 35.500,-..
    perhitungan PPh 21;
    Upah Januari 2013 : 96 x Rp 35.500 = Rp 3.408.000,-
    Penghasilan netto disetahunkan          = Rp 40.896.000
    PTKP setahun .................................= Rp 24.300.000,-  (-)  
    Penghasilan kena pajak disetahunkan.= Rp 16.596.000,-
    PPh disetahunkan 5% x 16.596.000..= Rp      829.800,-
    PPh terutang Januari 829.800/12 ..... = Rp        69.150,-
    *jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.


    Contoh 2 (upah harian):
    Jika Solmet pada contoh 1 menerima upah harian dengan upah Rp 130.000 per hari, berikut adalah ilustrasi perhitungan PPh 21 nya;
    Upah Januari 2013 : 24 hari x Rp 130.000 = Rp 3.120.000
    Penghasilan netto disetahunkan .................= Rp 37.440.000
    PTKP setahun..........................................= Rp 24.300.000
    Penghasilan Kena Pajak disetahunkan.......= Rp 13.140.000
    PPh disetahunkan ..........5% x 1.095.000 = Rp      657.000
    PPh terutang .......................................... = Rp        54.750
    *jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.


    2. Upah Pegawai tidak tetap dibayar tidak secara bulanan
    Atas penghasilan bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang tidak dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatifnya dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 2.025.000, berlaku ketentuan sebagai berikut sesuai pasal 12 PER-31/PJ./2012:

    • tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari belum melebihi Rp200.000,
    • dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari melebihi Rp200.000, dan jumlah sebesar Rp200.000 tersebut merupakan jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Rata-rata penghasilan sehari adalah rata-rata upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiap hari kerja yang digunakan.


    Dalam hal Pegawai Tidak Tetap telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp2.025.000, maka jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar PTKP yang sebenarnya. PTKP yang sebenarnya adalah sebesar PTKP untuk jumlah hari kerja yang sebenarnya yaitu PTKP setahun dibagi 360 hari.
    Sedangkan jika jumlah penghasilan kumulatif dalam satu bulan kalender sudah melebihi Rp 7.000.000 PPh pasal 21 dihitung berdasarkan tarif pasal 17 ayat 1 UU KUP atas jumlah penghasilan kena pajak yang disetahunkan (dikali 12).


    Contoh 3 (upah satuan):
    Jika pada contoh 1 diatas upah Solmet dibayar tidak secara bulanan dan dalam bulan Januari 2013 tersebut menyelesaikan dalam waktu 24 hari dan perhari menyelesaikan rata-rata 4 buah sepatu maka perhitungan nya adalah sebagai berikut:
    penghasilan perhari adalah 4 x Rp 35.500 = Rp 142.000

    1. Pada hari pertama tidak dilakukan pemotongan karena tidak melebihi Rp 200.000
    2. Begitu pula pada hari ke-14 tidak dilakukan pemotongan karena jumlah kumulatif dalam 1 bulan tidak melebihi Rp 2.025.000 ( 4 buah x 14 hari x 35.500 = Rp 1.988.000 )
    3. Sedangkan pada hari ke-15 karna telah melebihi jumlah kumulatif dalam 1 bulan melebihi Rp 2.025.000 harus dilakukan pemotongan dengan perhitungan sebagai berikut:
    Upah hari ke-15:      4 buah x 15 hari x Rp 35.500 = Rp 2.130.000
    PTKP sebenarnya    24.300.000 / 360 x 15           = Rp 1.012.500 (-)
    Penghasilan kena pajak                                              Rp 1.117.000 (dibulatkan)
    PPh terutang sampai hari ke-15  5% x 1.117.000   = Rp       55.850

    Jadi penghasilan seluruhnya yang harus dipotong selama 1 bulan adalah:
    Upah selama satu bulan 4 buah x 24 hari x Rp 35.500 = Rp 3.408.000
    PTKP sebenarnya 24.300.000 / 360 x 24                   = Rp 1.620.000 (-)
    Penghasilan kena pajak                                                  Rp 1.788.000
    PPh terutang            5% x Rp 1.788.000 = Rp 89.400
    *jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.


    Contoh 4 (upah harian):
    Jika pada contoh 2 diatas upah Solmet dibayar tidak secara bulanan, berikut perhitungan pph 21 nya.
    Upah sehari .................... = Rp 130.000
    batas upah harian ............ = Rp 200.000 (-)
    Phkp ...............................= Rp     0
    (pada hari pertama tidak dikenakan PPh karena tidak melebihi batas upah harian)

    Solmet baru dilakukan pemotongan pph 21 pada hari ke-16 karena jumlah upah kumulatif nya pada hari itu sudah lebih dari Rp 2.025.000.
    Upah s/d hari ke-16 ........16 hari x Rp 130.000   = Rp 2.080.000
    PTKP sebenarnya ........ 24.300.000 / 360 x 16   = Rp 1.080.000 (-)
    Penghasilan Kena Pajak ...................................   = Rp 1.000.000
    PPh terutang samapai hari ke-16 5% x 1.000.000= Rp      50.000

    Jadi penghasilan seluruhnya yang harus dipotong selama 1 bulan adalah:
    Upah selama satu bulan  24 hari x Rp 130.000 = Rp 3.120.000
    PTKP sebenarnya 24.300.000 / 360 x 24        = Rp 1.620.000 (-)
    Penghasilan kena pajak                                        Rp 1.500.000
    PPh terutang                     5% x Rp 1.500.000 = Rp 75.000
    *jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.

    Contoh 5 (upah mingguan)
    Memet bekerja pada sebuah pabrik dengan menerima upah satu bulan sebesar Rp 7.000.000. selama sebulan ini dia diberikan libur setiap hari minggu hingga hari tersebut di manfaatkan untuk pergi ke rumah pacarnya yang letaknya lima langkah dari kontrakannya. Pada bulan September ini tidak memperoleh lembur, sedangkan pembayaran upah dilakukan setiap akhir pekan ke-2 dan ke-4.
    Berikut perhitungan pajak yang dipotong oleh pabrik dimana Memet bekerja.

    a) Penghasilan yang terutang sebulan adalah;
    Upah sebulan ...................................................................  Rp   7.000.000
    Upah yang disetahunkan  (12 x Rp 7.000.000)    Rp 84.000.000
    PTKP  ............................................................................   Rp 24.300.000 (-)
    Penghasilan kena pajak disetahunkan ...............   Rp 59.700.000
    Tarif pasal 17 ayat 1 KUP .........................................   Rp   3.955.000
    (5% x 50.000.000) + (15% x (59.700.000 - 50.000.000))
    Penghasilan sebulan adalah (3.955.000 / 12) ....   Rp     329.583


    b) Pemotongan akhir pekan ke-2:
    Upah minggu pertama dan kedua ......................  Rp 3.500.000
    PTKP ..........................12 x ( 24.300.000 / 360) = Rp    810.000 (-)
    Penghasilan Kena Pajak ........................................  Rp 2.690.000
    PPh yang dipotong ....................................................  Rp    134.500

    c) Pemotongan akhir pekan ke-4:
     Penghasilan yang terutang sebulan (a) ..............  Rp    329.583
     Pemotongan ahkir pekan ke-2 (b) ........................  Rp    134.500 (-)
     PPh yang dipotong ...................................................   Rp    195.038

    Bukti potong yang diterima oleh Memet pada bulan ini sebanyak satu buah bukti potong pph 21 tidak final dengan jumlah penghasilan bruto sebesar Rp 7.000.000 dan PPh yang terutang Rp 329.583. PPh terutang tersebut wajib disetor oleh pemberi kerja ke bank persepsi paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya (bukan hari libur).

    sumber: http://pajak-moell.blogspot.com/

    Aturan tentang Pekerja Harian Lepas



    Aturan tentang Pekerja Harian Lepas

    Pertanyaan: Bagaimana sistem perjanjian untuk pekerja harian lepas? Apakah sama dengan PKWT? Pembayaran gajinya mengacu kepada dasar apa?
    Jawaban:

    Sehubungan dengan pertanyaan Bapak/Ibu di atas, maka perlu diketahui terlebih dahulu bahwa ketentuan mengenai hubungan kerja antara si pekerja dan si pemberi kerja beserta akibat hukumnya diatur di dalamUU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) beserta peraturan pelaksanaannya. Di dalam UUK, kita mengenal dua bentuk perjanjian kerja yaitu pertama, Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (“PKWTT”) dan kedua, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu(“PKWT”) sebagaimana disebutkan dan diatur di dalam Pasal 56 ayat (1) UUK. Lebih lanjut, menurut Pasal 56 ayat (2) UUK, pelaksanaan PKWT didasarkan pada jangka waktu dan selesainya suatu pekerjaan tertentu.
     
    Pasal 56 UUK :
    (1) Perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu.
    (2) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan atas:
    a.    jangka waktu; atau
    b.    selesainya suatu pekerjaan tertentu.
     
    Ketentuan mengenai PKWT diatur di dalam UUK dari Pasal 56 s.d Pasal 59, yang mana di bagian akhir dari Pasal 59 yaitu pada ayat (8)disebutkan bahwa: “Hal-hal lain yang belum diatur dalam Pasal ini akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri”. Ketentuan inilah yang kemudian mendasari terbitnya Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/Vi/2004 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (“KEPMEN No. 100 Tahun 2004”).
     
    KEPMEN No. 100 Tahun 2004 tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari UUK mengenai PKWT, yang di dalamnya mengatur juga mengenaiPerjanjian Kerja Harian Lepas. Dengan demikian, Perjanjian Kerja Harian Lepas menurut KEPMEN ini merupakan bagian dari PKWT (lihatPasal 10 s.d. Pasal 12 KEPMEN No. 100 Tahun 2004). Namun demikian, Perjanjian Kerja Harian Lepas ini mengecualikan beberapa ketentuan umum PKWT, yang mana dalam Perjanjian Kerja Harian Lepas dimuat beberapa syarat antara lain:
     
    1.    Perjanjian Kerja Harian Lepas dilaksanakan untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu danvolume pekerjaan serta upah didasarkan pada kehadiran,
    2.    Perjanjian kerja harian lepas dilakukan dengan ketentuan pekerja/buruh bekerja kurang dari 21 (dua puluh satu) hari dalam 1 (satu) bulan;
    3.    Dalam hal pekerja/buruh bekerja 21 (dua puluh satu) hari atau lebih selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT.
     
    Sehubungan dengan pertanyaan Bapak/Ibu mengenai dasar upah untuk Pekerja Harian Lepas, maka sebagaimana telah diuraikan di atas, sistem upah untuk Perjanjian Kerja Harian Lepas didasarkan pada kehadiran (lihat Pasal 10 ayat 1 KEPMEN No. 100 Tahun 2004). Berdasarkan catatan advokasi PAHAM INDONESIA, besarnya perhitungan upah yang didapat si pekerja biasanya bergantung atau didasarkan pada jumlah atau volume pekerjaan yang telah diselesaikan oleh si pekerja dalam satu hari.
     
    Demikian semoga bermanfaat.
     
    Dasar hukum:
    2.    Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/Vi/2004 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
    Sumber: http://www.hukumonline.com/

    Lowongan Kerja ADMIN Pembukuan Juni 2015

    Saturday, 30 May 2015

    Perusahaan yang bergerank dalam bidang developer sedang membutuhkan karyawan untuk mengisi posisi sebagai admin pembekuan dengan kualifikasi:


    • Wanita
    • Fress Graduate Min SMK/SMA, D1
    • Mahir Ms Office (word, excel)
    • Mengerti Neraca/ Laba rugi
    • Bisa membuat buku kas
    • Jujur
    • Disiplin
    • loyal
    • Domisili sekitar Ciputat
    • Mempunyai kendaraan dan SIM
    berminat silahkan Hub: 0812103 09093

    Salam Sukses

    Job Fair Tangerang Selatan Juni 2015

    Wednesday, 27 May 2015

    Bagi yang sedang mencari pekerjaan, freelancer, atau fress graduate yang ingin mencoba keberuntungan silahkan hadir pada tanggal 4 - 6 Juni 2015 di Lapangan BSD City Serpong pada jam 09.00-17.00 Jl. Raya Serpong Km.3 Lengkong Gudang BSD City samping ITC BSD



    Job Fair Juni 2015
    Ini ane share tips dari kamar sebelah: 
    Job Fair atau Job Expo sering diselenggarakan sebagai sarana untuk mempertemukan perusahaan dengan calon-calon karyawannya. Ada banyak perusahaan yang ikut serta, sehingga dengan hanya mendatangi tempat di mana diselenggarakannya pameran ini, Anda bisa langsung melamar ke banyak perusahaan. Dengan demikian, dapat menghemat waktu dan biaya daripada harus mendatangi atau mengirim surat lamaran kepada perusahaan satu per satu. Jika saat ini Anda serang mencari pekerjaan, ikuti tujuh tips berikut yang akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan jenjang karir Anda.

    01

    Cari Informasi


    Cari tahu kapan dan di mana Job Fair akan dilaksanakan. Untuk mendapatkan jadwal Job Fair, Anda dapat mencarinya pada iklan di koran, internet atau dengan mengikuti milis pencari kerja atau milis universitas. Informasi lain yang perlu unutk diketahui adalah informasi tentang perusahaan mana saja yang ikut serta. Informasi ini akan membantu Anda mencari tahu company profile, reputasi perusahaan dan menentukan apakah Anda tertarik untuk memasukkan lamaran pekerjaan.

    02

    Siapkan CV


    Curriculum Vitae (CV) berisi data-data pribadi orang yang akan melamar. Buat CV secara padat dan jangan lebih dari 3 halaman. Periksa apakah penulisan nama, alamat dan no telepon/HP sudah diisi dengan benar. Setelah membuat CV, baca dan periksa kembali CV tersebut untuk mengetahui apakah ada kata-kata yang salah. Jangan lupa untuk menyimpan CV dalam bentuk softcopy dengan nama yang mudah dicari dan simpan dalam flash disk. Lakukan scanning antivirus untuk memastikan tidak ada virus yang dapat merusak data.
    Softcopy CV penting sebagai cadangan apabila CV yang telah dicetak pada kertas rusak, hilang atau kurang. Dengan mempunyai CV, Anda dapat dengan mudah mencetak kembali pada warnet atau dapat mengirimkan melalui email. Selain itu, ada perusahaan-perusahaan atau penyelenggaraan Job Fair yang meminta CV dalam bentuk softcopy yang akan memudahkan saat pencarian.

    03

    Pikirkan Jawaban dari Pertanyaan


    Ketika akan melamar, beberapa pertanyaan umum yang diajukan adalah mengapa tertarik dengan bidang pekerjaan yang dilamar, apa yang Anda ketahui tentang perusahaan, apa kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Coba pikirkan jawaban-jawaban seandainya pertanyaan itu diajukan. Mempersiapkan jawaban dari pertanyaan dapat membuat Anda lebih percaya diri saat menjawabnya.

    04

    Bawa Perlengkapan Pendukung


    Bebrapa perlengkapan seperti pulpen, flash disk, laptop adalah beberapa peralatan yang penting untuk dibawa. Seperti pulpen yang penting untuk mengisi formulir, flash disk sebagai media penyimpanan softcopy CV, laptop untuk menyimpan data atau memperlihatkan contoh aplikasi yang sudah pernah dibuat.

    05

    Persiapkan Fisik dan Pikiran


    Caranya adalah dengan cukup tidur pada malam sebelum mengikuti Job Fair karena kurang tidur dapat membuat fisik Anda tidak fit, mood tidak baik dan membuat penampilan Anda tidak fresh. Bahkan, jika dilakukan wawancara langsung, bisa-bisa Anda tidak nyambung saat diwawancara. Ini akan memperburuk nilai Anda.

    06

    Penampilan yang Baik


    Ketika akan menghadiri Job Fair, jangan remehkan penampilan pribadi Anda. Walau sebagian perusahaan pencari tenaga kerja hanya meminta CV untuk ditindaklanjuti kemudian, tetapi ada juga yang langsung melaksanakan wawancara. Maka penampilan penting untuk memberi kesan rapi dan profesional. Ketika akan menghadiri Job Fair, kenakan pakaian dan penampilan yang rapi layaknya Anda akan wawancara kerja. Anda dapat membaca tips pakaian saat wawancara kerja di artikel berikut: Penampilan saat Wawancara Kerja.

    07

    Ramah dengan Peserta Lain


    Walau sama-sama mencari pekerjaan, bukan berarti harus bermusuhan dengan peserta lain bukan?! Bersikap ramah dan berusaha mencari teman seperjuangan akan membuat suasana lebih santai dan menyenangkan. Dengan adanya teman, Anda tidak akan merasa bosan saat harus mengantri atau dapat berbagi pengalaman yang berharga. Selain itu, siapa tahu teman baru Anda ini bisa menjadi koneksi untuk mendapatkan pekerjaan.
    Dengan persiapan yang baik dan pikiran positif, kini Anda dapat mendatangi Job Fair dengan percaya diri. Semoga tips ini dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
    sumber: http://kumpulan.info/uang/karir/508-tips-sukses-job-fair.html

    Tenaga Lepas

    tenaga lepas


    Tenaga Lepas atau nama bekennya Freelancer terbagi menjadi 7, apa itu? mari kita pilah satu per satu:


    1. Freelancer Part Time

      Adalah freelancer paruh waktu, bisa jadi freelance ini adalah karyawan full time di perusahaan tertentu, orang kantoran, pegawai swasta, atau mungkin seorang pegawai negeri sipil (PNS). Freelance tipe ini memiliki waktu tetap, misalnya 8 jam/hari di kantornya (jam kerja). Di luar jam kerja (di luar kantor) mereka memiliki kerja sampingan sebagai freelancer. Bisa jadi mendapat ijin atau tidak dari kantor.
    2. Freelancer Remote Worker

      Adalah orang yang bekerja jarak jauh, mereka dikontrak oleh perusahaan tertentu (lokal atau asing) untuk menjadi karyawan / pegawai atau tim tanpa perlu datang ke kantor, misalnya kantornya ada di Afrika atau di Bandung atau di Jakarta, sedangkan dia tinggal di Malang. Sehari-hari freelancer tipe ini bisa mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, mereka berkomunikasi dengan rekan kantornya melalui internet, misalnya melalui e-mail, ym, skype, dll. Hasil pekerjaan berupa file di-upload melalui ftp, dropbox, dll. Sebagian dari mereka bisa mendapatkan fasilitas berupa akses internet, sampai perangkat komputer dari kantor.
    3. Freelancer Single Fighter

      Adalah freelancer fulltime, freelancer yang sudah keluar dari kantor, freelancer ini tidak terikat dengan jam kantor, karena bukan seorang karyawan atau pegawai perusahaan tertentu. Mereka menjadi karyawan untuk dirinya sendiri, mereka mencari proyek sendiri, mencari klien sendiri, mengerjakan jobsendiri, mengatur keuangan sendiri, mengatur waktu kerja sendiri, mengatur tempat kerja sendiri, membeli peralatan kerja sendiri, hampir semuanya ditangani sendiri. Tapi kita tahu freelancer tipe ini ada batasnya, sampai berapa usia produktif untuk bisa bekerja sendiri? Dan sampai sejauh mana dia bisa me-manage pekerjaan dan keuangan dan komunikasi dengan klien secara sendiri?
    4. Freelancer Partner

      Adalah freelancer team, ada dua orang freelancer atau lebih bergabung jadi satu team, mereka membagi divisi masing-masing, membagi tugas, misalnya ada yang bagian hubungan dengan klien, ada yang bagian produksi, ada yang bagian mengatur keuangan, ada yang bagian copywriting / publikasi, dan lain lain. Mereka mencari klien atau proyek untuk dikerjakan satu-persatu bersama-sama dan hasil kerjanya dibagi bersama. Freelancer tipe ini biasanya membuat studio freelancer atau tempat kerja bersama, misalnya hackerspace.
    5. Freelancer Startuper

      Adalah tipe freelancer yang sedang trend sekarang, freelancer yang mencoba berinovasi dengan berlomba-lomba membuat produk tertentu. Produk itu di luar pekerjaan dari klien luar, produk itu disebut dengan startupFreelancer tipe ini bisa jadi masih mengerjakan proyek-proyek dari klien tapi mereka juga memiliki proyek sendiri yang sesuai dengan potensi dan passion mereka. Diharapkanstartup tersebut dalam jangka panjang akan menjadi passive income, mendatangkan penghasilan di luar proyek dari klien.
    6. Freelancer Employer

      Adalah seorang freelancer, atau freelancer team yang meng-hire orang lain untuk membantu mengerjakan proyek dari klien, dalam hal ini mereka sudah menjadi juragan dan sudah punya karyawan, tetapi mereka tidak sepenuhnya lepas tangan dari pekerjaan, mereka masih melakukan pekerjaan sama seperti karyawannya, hanya berbagi tugas. Bisa jadi mereka adalah freelancer startuper yang sedang mengembangkan startup-nya, dan mendapatkan dana hibah dari founding, mereka meng-hirekaryawan, menjadi juragan tetapi belum tentu menjadi pemilik perusahaan.
    7. Freelancer Entrepreneur

      Pengertian ideal dari freelancer entrepreneur adalah “freelancer” yang sudah “mapan”, bisa jadi sudah punya kantor (studio) sendiri, sudah punya nama perusahaan (terdaftar) yang dikembangkan sejak dia jadi freelancer pemula, dan yang pasti sudah punya karyawan, hampir semua divisi pekerjaan dikerjakan oleh karyawan, dia berperan sebagai manager, sekaligus pemilik perusahaan. Dalam tahap ini sebenarnya dia bukan lagi “freelancer” tetapi “entrepreneur”. Juga termasuk dalam tipe ini belum tentu mereka yang sudah mapan, tetapi siapa saja freelancer yang memiliki jiwa wirausaha (entrepreneur), dan selalu berpikir untuk bisa menghasilkan nilai tambah (value) dari setiap apa yang mereka kerjakan.

    Featured Posts

    Pages

     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. tenaga lepas - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
    Proudly powered by Blogger